/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/cursors/cur-11/cur1028.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/cursors/cur-11/cur1027.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Selasa, 05 April 2016

Ramuan Alami untuk Atasi `Mata Panda`



Lingkaran hitam di bawah mata atau mata panda memang terkadang sulit untuk diatasi. Menghabiskan uang untuk krim mahal belum tentu memberi hasil maksimal.

Sebelum merogoh kocek lebih dalam, tak ada salahnya Anda mencoba ramuan alami berikut, dikutip dari laman Purewow, Senin (4/4/2016).

Yang Anda perlukan:

Segenggam penuh daunparsley segar, mangkok, sendok kayu, sesendok air panas atau yoghurt, dan dua bola kapas.

Yang harus Anda lakukan:

Cincang daun parsley, letakkan di mangkok lalu gerus daun dengan sendok kayu hingga mengeluarkan cairan. Tuang air panas ke daun parsley yang telah dihaluskan sambil terus diaduk. Anda bisa mengganti air panas dengan yoghurt untuk mendapatkan masker yang lebih kental. Biarkan campuran itu dingin, celupkan kapas untuk menyerap cairan. Letakkan kapas yang telah menyerap cairan ke dua belah mata Anda. Berbaringlah dan biarkan selama 10 menit.

Rutin mengompres mata dengan ramuan ini dua kali seminggu bisa mengurangi mata panda.

Daun parsley kaya akan vitamin C dan K yang bantu memncerahkan kulit dan mengurangi sembap.


Sumber :

http://health.liputan6.com/read/2474490/ramuan-alami-untuk-atasi-mata-panda#

Senin, 04 April 2016

Tips Mengatasi Gigi Sensitif



Masalah gigi sensitif dapat membuat Anda tidak akan bisa menikmati makanan favorit. Bahkan, kenikmatan ketika makan bisa menjadi hal yang menyakitkan. Saat makanan tertentu kontak dengan gigi, Anda mungkin mulai berteriak rasa sakit.

Rasa sakit tersebut timbul karena enamel yang merupakan lapisan pelindung rusak. Hal ini bisa karena apa pun, dan gigi Anda cenderung menjadi sensitif. Berikut tips mengatasi gigi sensitif, seperti dilansir laman Boldsky.

Tips pertama

Hindari beberapa makanan yang sifatnya merusak enamel seperti acar, jus buah, anggur merah, dan makanan yang bisa merusak gigi lainnya, sehingga dapat menyebabkan gigi sakit.

Tips kedua

Grinding gigi adalah salah satu risiko yang dapat merusak enamel. Jika Anda memiliki kebiasaan grinding gigi dalam tidur Anda, kunjungi dokter gigi.

Tips ketiga

Mulailah menggunakan pasta gigi yang dirancang untuk gigi sensitif. Meskipun masalah Anda tidak dapat diselesaikan secara langsung, setidaknya Anda menemukan bantuan untuk gigi sensitif.

Tips keempat

Hindari kafein, alkohol, merokok, dan kebiasaan lain yang merusak kesehatan mulut Anda.

Tips kelima

Pertama, sikat gigi Anda minimal 2 menit. Kedua, gunakan sikat gigi yang lembut, dan ketiga, sikat lembut gigi Anda, jangan menggunakan tenaga.

Tips keenam

Jika masalah gigi sensitif Anda belum selesai dengan tips tersebut. Kunjungi dokter gigi Anda untuk mendapatkan perawatan.


Sumber :

http://life.viva.co.id/news/read/756041-tips-mengatasi-gigi-sensitif

Apa Penyebab Sakit Dada Sebelah Kiri?

Sakit dada sebelah kiri kerap dikaitkan dengan serangan jantung yang mengancam jiwa. Akan tetapi, bisa juga disebabkan oleh gangguan lain.

Apabila Anda sakit dada kiri oleh karena serangan jantung, Anda memerlukan bantuan medis secepat mungkin. Namun, apabila disebabkan oleh gangguan lain, bisa jadi Anda tidak memerlukan pertolongan darurat.




Untuk itu penting mengetahui apa saja penyebab sakit dada sebelah kiri dan apa saja gejala-gejala yang mengiringinya, agar Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat.

Kenali Penyebab dan Gejalanya
Berikut ini beberapa gangguan yang dapat menyebabkan sakit dada sebelah kiri.

Serangan jantung
Serangan jantung terjadi saat aliran darah ke otot jantung tiba-tiba terhambat. Jika sakit dada sebelah kiri karena serangan jantung, Anda akan merasa dada Anda ditekan, diremas, dan muncul rasa berat dalam rongga dada. Tidak jarang diiringi dengan rasa seperti terbakar.

Selain itu, mungkin juga timbul rasa sakit seperti ditusuk-tusuk atau mati rasa pada lengan kiri, yang dapat merambat ke lengan kanan. Lengan dapat terasa lebih lemah atau lebih berat dari biasanya.

Saat serangan jantung akan muncul, dapat terjadi gejala sesak napas, rasa lelah yang luar biasa dan sakit kepala. Gejala lain yang dapat terjadi adalah tubuh mengeluarkan keringat dingin dan wajah memerah. Gejala yang muncul bisa berbeda pada tiap orang.

Angina
Kondisi ini disebabkan oleh makin menyempitnya arteri ke jantung sehingga aliran darah tidak mengalir normal. Gejala yang dirasakan adalah dada terasa sesak atau rasa sakit tajam seperti kram otot pada dada sebelah kiri. Biasanya terjadi setelah aktivitas fisik yang membuat jantung bekerja lebih keras.

Gangguan pada usus
Saat banyak gas yang terbentuk di usus dan tubuh belum mengeluarkan semuanya, gas menjadi menumpuk dan mendorong usus sehingga dapat timbul sakit dada. Kondisi ini biasanya disertai oleh gejala perut terasa kembung dan sering bersendawa. Gangguan saluran pencernaan lain adalah GERD (gastro-esophageal reflux disease), yang mana terdapat aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan. Gangguan asam lambung dapat merusak kerongkongan dan menyebabkan nyeri ulu hati.

Masalah pada paru-paru
Infeksi paru dapat menyebabkan peradangan paru (pneumonia) dan selaput di sekitar paru (pleuritis). Salah satu gejala yang dapat terjadi adalah sakit dada di sebelah kiri yang makin terasa saat bernapas dan diiringi dengan batuk atau napas yang terengah-engah.

Stres
Tidak hanya gangguan fisik, stres juga dapat menyebabkan sakit dada sebelah kiri. Stres yang tidak terkendali dapat menyebabkan rasa sesak, segera cari tahu cara mengatasi stres. Kondisi ini dapat diperparah dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, atau diabetes. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, dapat mengarah pada penyakit jantung.

Cedera
Cedera fisik pada dada, seperti otot yang meregang atau saraf yang tertekan dapat menyebabkan sakit dada sebelah kiri. Rasa sakit akibat saraf yang tertekan juga dapat menyebabkan mati rasa pada lengan yang sering kali disalahartikan sebagai serangan jantung

Pentingnya Penanganan Tepat
Penanganan sakit dada sebelah kiri berbeda-beda tergantung kepada penyebabnya. Yang terpenting, kenali gejala-gejala yang memerlukan tindakan segara, misalnya nyeri khas yang disebabkan oleh serangan jantung.

Ketika Anda merasakan sakit dada, cobalah berbaring dan ambil napas pendek beberapa kali. Minum air putih dapat membantu untuk menenangkan diri. Obat pereda nyeri kemungkinan dapat membantu meringankan rasa sakit.

Namun, segera minta pertolongan medis jika sakit dada yang dialami:

  1. Terasa berat, seperti tertekan dan diremas.
  2. Menyebar dari dada ke lengan, punggung, dan rahang.
  3. Berlangsung lebih dari 15 menit.
  4. Diiringi mual, muntah darah, sesak napas dan tubuh berkeringat.
  5. Memiliki risiko mengalami penyakit jantung koroner. Risiko ini bisa timbul jika Anda merokok, mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes.

Jangan remehkan sakit dada sebelah kiri yang Anda rasakan. Segera minta pertolongan dokter atau ahli medis untuk mengenali gejala yang Anda rasakan agar memperoleh pertolongan yang sesuai.

Sumber :

http://www.alodokter.com/apa-penyebab-sakit-dada-sebelah-kiri

Minggu, 03 April 2016

Pemahaman Seputar Indeks Massa Tubuh

Salah satu cara untuk mengetahui berapa besar risiko kesehatan Anda adalah melalui indeks massa tubuh (IMT). Metode ini digunakan untuk menentukan berat badan yang sehat berdasarkan berat dan tinggi badan.

Angka indeks massa tubuh atau dalam bahasa Inggris adalah body mass index (BMI) digunakan untuk menunjukkan kategori berat badan seseorang apakah sudah proporsional atau belum. Melalui BMI, seseorang akan tahu apakah dia termasuk kategori berberat badan normal, kelebihan, atau justru kekurangan.



Perkiraan jumlah total lemak dalam tubuh yang muncul adalah hasil dari pembagian berat badan seseorang dalam satuan kilogram dengan tinggi mereka dalam meter kuadrat. Bagi beberapa kelompok orang, nilai indeks massa tubuh kemungkinan tidak akurat. Mereka yang sedang hamil, adalah binaragawan, atau atlet dengan tingkat aktivitas tinggi adalah golongan yang kemungkinan nilai IMT mereka tidak mencerminkan kesehatan saat itu. Artinya, meski nilai IMT mereka di atas normal, ini bukan berarti mereka memiliki lemak berlebihan.


Perhitungan IMT sendiri dibagi menjadi empat kategori.


  1. Seseorang mengalami obesitas jika IMT-nya sama dengan atau di atas 30.
  2. Saat IMT seseorang menyentuh angka 25-29,9, maka dia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
  3. IMT normal berada di kisaran 18,5-24,9.
  4. Jika seseorang memiliki IMT di bawah angka 18,5, maka orang tersebut memiliki berat badan di bawah normal.

Sedangkan untuk populasi Asia, termasuk Indonesia, pengelompokan IMT adalah sebagai berikut:


  1. Seseorang mengalami obesitas jika IMT-nya berada di atas 25.
  2. Saat IMT seseorang menyentuh angka 23-24,9, maka dia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
  3. IMT normal berada di kisaran 18,5-22,9.
  4. Jika seseorang memiliki IMT di bawah angka 18,5, maka orang tersebut memiliki berat badan di bawah normal.

Sayangnya, angka-angka di atas juga kurang akurat jika diterapkan kepada penderita gangguan makan, seperti anoreksia nervosa. Angka indeks massa tubuh juga tidak mewakili bagi mereka yang mengalami obesitas tingkat ekstrem.

Jangan Terlalu Mengandalkan Indeks Massa Tubuh
IMT memang bisa dijadikan patokan agar seseorang waspada terhadap berat badan yang tidak normal, namun jika hanya bergantung kepada IMT secara berlebihan bukanlah tindakan yang tepat.

Salah satu kelemahan perhitungan indeks massa tubuh adalah tidak akuratnya saat menghitung lemak tubuh pada anak-anak dan perempuan. Jika ada dua individu memiliki indeks massa tubuh yang sama, namun berbeda jenis kelamin dan usia, maka hal tersebut perlu juga diperhitungkan.

Berdasarkan usia misalnya, orang dewasa cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh dibandingkan anak-anak. Demikian juga terhadap jenis kelamin, kaum hawa secara alami memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dari pria.

Dari mana asal berat badan seseorang juga bisa menjadi perhitungan indeks massa tubuh menjadi tidak akurat, misalnya saja para atlet atau binaragawan. Kedua kelompok ini kemungkinan memiliki berat badan yang lebih banyak berasal dari massa otot bukan lemak tubuh.

Demikian juga dengan aktivitas dan bentuk tubuh seseorang. Meski memiliki indeks massa tubuh yang normal, orang-orang dengan gaya hidup sedentari kemungkinan memiliki lemak tubuh lebih banyak. Untuk tipe tubuh berbentuk apel dan pir, lokasi lemak perlu lebih dipertimbangkan dibandingkan hanya berfokus pada nilai IMT.

Pemilik bentuk tubuh apel yang kandungan lemak di perutnya lebih tinggi, dinilai lebih rentan mendapat gangguan kesehatan. Lemak yang mengendap di sekitar pinggang terkait dengan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Pemilik tubuh bentuk pir yang memiliki timbunan lemak di pinggul dan paha dianggap lebih aman dari ancaman penyakit-penyakit tersebut.

Hal yang patut diperhatikan namun luput dari perhitungan ala IMT adalah etnis seseorang. Masing-masing etnis dihadapkan kepada ancaman kesehatan tersendiri. Membandingkan orang Asia dan orang kulit putih dengan IMT yang sama, orang beretnis Asia berisiko lebih tinggi menderita diabetes. Bagi orang Asia, IMT 27 atau lebih tinggi sudah termasuk obesitas. Padahal, kategori obesitas secara umum berada pada kisaran IMT lebih dari 30.

Terlepas dari segala kekurangannya, perhitungan IMT baik diketahui terutama sebagai pengingat seseorang akan pemeliharaan berat badan yang sehat. Dengan memiliki berat badan yang normal, keuntungan berikut bisa didapatkan.


  1. Berat badan yang normal memungkinkan seseorang dapat melakukan aktivitas lebih banyak.
  2. Berat badan ideal juga meminimalkan seseorang dari risiko terkena nyeri sendi dan nyeri otot.
  3. Orang yang memiliki berat badan normal memiliki pola tidur yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.
  4. Kinerja jantung akan lebih ringan bagi seseorang dengan berat badan normal.
  5. Peredaran darah dan metabolisme juga akan lebih baik jika seseorang memiliki berat badan yang ideal.
  6. Berat badan normal juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan kanker tertentu.
  7. Mengurangi berat badan secara tidak langsung juga mengurangi kolesterol, trigliserida, glukosa darah, dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

Mengingat banyaknya keuntungan memiliki berat badan ideal, pengetahuan mengenai indeks massa tubuh masih layak untuk dipertahankan terutama sebagai kontrol diri. Pastikan pola makan yang sehat dan olahraga yang teratur menjadi kebiasaan Anda sehari-hari.

Sumber :

http://www.alodokter.com/pemahaman-seputar-indeks-massa-tubuh

Tidak Ada Yang Menduga Ternyata Ini Gejala Awal HIV

Virus HIV yang menginfeksi seseorang tidak serta-merta langsung menimbulkan gejala-gejala berat. Perlu waktu yang cukup lama hingga infeksi HIV berkembang menjadi kondisi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Seseorang yang terkena HIV akan mengalami tiga tahap infeksi. Tahap paling awal infeksi HIV biasa disebut dengan infeksi akut atau serokonversi, biasanya terjadi dalam rentang waktu 2-6 minggu setelah terpapar. Dalam tahap ini, sistem kekebalan tubuh akan berjuang untuk menaklukkan virus HIV. Gejala yang muncul pun akan mirip dengan gejala-gejala yang timbul akibat serangan virus lainnya, misalnya penyakit flu. Sebanyak 50-90% orang yang terinfeksi HIV mengalami gejala-gejala tersebut. Lama munculnya gejala bisa berlangsung selama 1-2 minggu.



Gejala akut HIV ini kemudian akan menghilang, sementara virus akan benar-benar memasuki tahap infeksi kedua, yaitu tahap nongejala. Setelah tahap kedua, maka selanjutnya status HIV akan memasuki tahap ketiga alias menjadi AIDS.

Yang dimaksud dengan gejala awal HIV adalah gejala-gejala yang biasa muncul pada sekitar enam bulan awal sejak terpapar, termasuk kumpulan gejala akut yang menyerupai penyakit flu atau yang biasa disebut acute retroviral syndrome (ARS). Beberapa kondisi di bawah ini adalah gejala-gejala awal yang mungkin muncul saat seseorang terkena penyakit mengerikan ini.

Demam

Salah satu gejala acute retroviral syndrome (ARS) yang pertama kali muncul biasanya berupa demam ringan dengan suhu tubuh mencapai 38,9 derajat Celcius. Gejala awal ini sendiri biasanya datang tidak sendirian karena dapat dibarengi beberapa gejala lain yang menyertainya, seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

Kelelahan

Sistem kekebalan tubuh akan memberikan respon inflamasi terhadap infeksi HIV. Hal ini akan mengakibatkan tubuh mengalami rasa lelah dan lesu.

Nyeri pada Kelenjar Getah Bening dan Otot

Nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening juga dapat menjadi salah satu gejala awal HIV. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan kemungkinan besar akan mengalami peradangan saat terjadi infeksi. Jika peradangan terjadi di kelenjar getah bening, maka ketiak, pangkal paha, dan leher kemungkinan akan terasa nyeri. Selain itu, sama halnya dengan infeksi virus lainnya, gejala awal HIV dapat meliputi nyeri pada sendi dan otot.

Gejala-gejala Lainnya

Sakit kepala, nyeri di tenggorokan, dan munculnya ruam di kulit adalah beberapa gejala lain yang patut diwaspadai. Salah satu gejala awal yang khas pada penderita HIV adalah adanya luka terbuka atau borok di daerah mulut. Gejala ini sendiri biasanya hilang setelah beberapa minggu mendiami mulut.

Gejala-gejala di atas belum tentu menjadi kepastian bahwa seseorang terinfeksi HIV. Sebaliknya, ada sebagian orang yang meski telah mengidap penyakit ini selama bertahun-tahun namun tetap tidak merasakan gejala-gejala awal seperti di atas. Meski tidak muncul gejala, penderita tetap dapat menularkan virus HIV pada orang lain.

Yang terbaik dilakukan saat timbul rasa was-was terkena HIV adalah melakukan tes di rumah sakit. Jika hasil tes tersebut ternyata positif, pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter demi mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat.

Bagi siapa pun yang telah merasakan gejala awal HIV dan hasil tesnya positif, selain mencari tahu pengobatan yang tepat, ketahui pula bagaimana cara mencegah penyebaran virus ini kepada orang lain. Ketahuilah langkah-langkah penting apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi agen penyebar HIV.

Sumber :

http://www.alodokter.com/tidak-ada-yang-menduga-ternyata-ini-gejala-awal-HIV

Jumat, 01 April 2016

Mie Instan Atau Nasi, Mana Yang Lebih Cepat Membuat Gemuk?

Saat malam hari merasa lapar, mengonsumsi mie instan bisa dirasa jadi solusi menghindari nasi yang dianggap bisa menggemukkan. Padahal pemikiran itu belum tentu benar. Kita cari tahu yuk, mana jenis makanan yang lebih bersahabat untuk menjaga berat badan.

Mari kita bandingkan kalori yang terdapat pada mie instan dan nasi dengan berat yang sama. Sajian mie instan sebanyak 70 gram atau satu kemasan, terhitung mengandung 370 kalori. Sementara, nasi putih dengan berat yang sama, hanya mengandung 91 kalori.



Ternyata kandungan kalori mie instan lebih dari tiga kali lipat nasi. Hal ini membuat kemungkinan mie instan menyebabkan tubuh lebih cepat gemuk, jika dibandingkan nasi.

Lalu, bagaimana jika dibandingkan dengan roti putih yang sering menjadi alternatif? Tiap helai roti putih sebesar 25 gram mengandung 67 kalori.. Berarti 4 helai roti tawar (100 gram) total 268 kalori. Nilai kalori ini jauh di bawah satu kemasan mie instan. Meski begitu, roti tawar masih tergolong tinggi dibanding nasi putih yang hanya mengandung sekitar 130 kalori tiap 100 gram.

Yang juga perlu diperhatikan, umumnya penyajian mie instan dibarengi dengan telur dan bahan-bahan lain, seperti sosis, kornet, atau keju yang tentunya menambah kandungan kalori. Kemudian, ada lagi kebiasaan khas masyarakat di Indonesia, yang mencampurkan mie instan dengan nasi, sehingga kalorinya yang dikonsumsi menjadi berlipat.

Padahal dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali waktu makan dan camilan di antaranya, kebutuhan kalori wanita dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan pria dewasa sekitar 2.200-2.400.

Hindari Makan Berlebihan
Selain kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, mie instan yang biasa disajikan dengan kaldu instan umumnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi. Salah satu mie instan yang banyak dikenal di masyarakat Indonesia tercatat mengandung sodium 1.080 mg atau sekitar 45% dari kebutuhan keseluruhan sehari, dalam setiap kemasan seberat 91 gram.

Padahal kelebihan asupan sodium, termasuk sebagai asupan dari mie instan, memiliki risiko membahayakan tubuh. Salah satunya dapat memperberat kerja ginjal. Selain itu, sodium yang menumpuk dalam tubuh diperkirakan juga dapat memicu tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung.

Meski demikian, makan nasi putih berlebihan bukan berarti bebas risiko penyakit. Peneliti membandingkan masyarakat Asia yang mengonsumsi nasi tiap hari, dengan masyarakat negara Barat yang hanya mengonsumsi nasi kurang dari 5 kali per minggu. Hasilnya, risiko diabetes lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi lebih banyak nasi. Bagi yang berisiko tinggi,  sebaiknya memperhatikan makanan pantangan bagi diabetes, termasuk konsumsi nasi putih berlebih. Para ahli menyarankan pengganti nasi putih, yaitu produk makanan dari biji-bijian utuh.

Kini dikenal istilah panduan piring makan untuk memenuhi gizi seimbang, yang mudah dipraktikkan sehari-hari. Nasi atau karbohidrat jenis lain hanya diperbolehkan memenuhi ¼ piring makan, ¼ lagi diisi dengan protein. Sisanya, ½ piring lagi dipenuhi dengan sayuran dan buah.

Setelah membaca kandungan kalori masing-masing pilihan, kini sudah tahu kan apa yang harus dipilih saat merasa lapar?

Sumber :

http://www.alodokter.com/mie-instan-atau-nasi-mana-yang-lebih-cepat-membuat-gemuk

Mengenal Kelebihan Dan Kekurangan Kelapa Sawit

Minyak kelapa sawit seperti tidak bisa hilang dari dapur masyarakat Indonesia. Minyak ini memiliki manfaat dan mudarat yang perlu Anda ketahui.

Di Indonesia, minyak kelapa sawit biasanya digunakan untuk menggoreng makanan. Tak hanya untuk urusan masak-memasak, minyak yang diperoleh dari buah pohon kelapa sawit ini juga dimanfaatkan dalam bidang industri. Yaitu untuk pembuatan kosmetik, sabun, pasta gigi, lilin, pelumas, dan tinta. Dan ternyata, minyak yang sering kali disebut sebagai minyak sayur ini mengandung lemak jenuh dan tak jenuh, vitamin E, beta-karoten, serta diduga memiliki efek antioksidan.



Kelebihan minyak kelapa sawit
Minyak kelapa sawit tidak hanya bermanfaat untuk goreng-menggoreng. Ada pula beberapa khasiat lain dari minyak kelapa sawit, meski kebenarannya masih harus dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

Mengatasi kekurangan vitamin A
Menurut beberapa bukti, menambahkan minyak kelapa sawit ke dalam makanan anak-anak dan ibu hamil diduga dapat mengurangi risiko kekurangan vitamin A. Namun ada dosisnya, yaitu 2 sendok makan per hari untuk anak-anak kurang dari 5 tahun, 3 sendok makan per hari untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 5 tahun, dan 4 sendok makan per hari untuk wanita hamil.

Perlindungan otak
Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa tocotrienol (jenis vitamin E yang ditemukan secara alami dalam minyak kepala sawit), diduga dapat melindungi otak dari perkembangan lesi pulpa alba (lesi materi putih) dan kelainan yang terlihat atau terdeteksi pada tes pencitraan otak. Lesi pulpa alba dianggap sebagai manifestasi penyakit pembuluh darah serebral (otak), sebagai gambaran berbagai derajat penuaan saraf dan kerusakan jaringan otak. Terlihatnya lesi pulpa alba dalam suatu tes otak sering kali menjadi pertanda meningkatnya risiko stroke, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson pada seseorang.

Kekurangan minyak kelapa sawit
Walaupun katanya memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh, minyak kelapa sawit juga sering kali diduga menjadi biang kerok munculnya kolesterol dalam darah dan penyakit lain.

Penyakit jantung
Minyak kelapa sawit tinggi akan lemak jenuh. Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Terlalu banyak kolesterol jahat LDL dapat menyebabkan penumpukan lemak di arteri. Akibatnya, aliran darah ke jantung dan otak terhambat, hingga akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menurut salah satu penelitian, peningkatan konsumsi minyak kelapa sawit di negara-negara berkembang ada hubungannya dengan tingkat kematian akibat penyakit jantung koroner. Selain itu, menurut studi lain, mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak sayur polyunsaturated nonhydrogenated diduga bisa mengurangi risiko terkena serangan jantung.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk menghindari atau membatasi pemakaian dan konsumsi sumber lemak dari minyak sawit. Dianjurkan hanya sekitar 7% lemak jenuh dari total kalori harian yang boleh masuk ke dalam tubuh, atau kurang dari 14 gram lemak jenuh tiap 2.000 kalori per hari.

Racun
Akrolein adalah produk beracun dan berbau busuk hasil pemecahan minyak. Sebuah studi mengungkapkan bahwa minyak kelapa sawit yang sudah pernah digoreng akan mengandung akrolein, walaupun jumlahnya tidak sebanyak pada minyak biji bunga matahari.

Nah, agar jantung tetap sehat, yuk mulai kurangi dan batasi pemakaian minyak kelapa sawit

Sumber :

http://www.alodokter.com/mengenal-kelebihan-dan-kekurangan-kelapa-sawit
X-Steel - Wait