/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/cursors/cur-11/cur1028.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/cursors/cur-11/cur1027.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Minggu, 03 April 2016

Pemahaman Seputar Indeks Massa Tubuh

Salah satu cara untuk mengetahui berapa besar risiko kesehatan Anda adalah melalui indeks massa tubuh (IMT). Metode ini digunakan untuk menentukan berat badan yang sehat berdasarkan berat dan tinggi badan.

Angka indeks massa tubuh atau dalam bahasa Inggris adalah body mass index (BMI) digunakan untuk menunjukkan kategori berat badan seseorang apakah sudah proporsional atau belum. Melalui BMI, seseorang akan tahu apakah dia termasuk kategori berberat badan normal, kelebihan, atau justru kekurangan.



Perkiraan jumlah total lemak dalam tubuh yang muncul adalah hasil dari pembagian berat badan seseorang dalam satuan kilogram dengan tinggi mereka dalam meter kuadrat. Bagi beberapa kelompok orang, nilai indeks massa tubuh kemungkinan tidak akurat. Mereka yang sedang hamil, adalah binaragawan, atau atlet dengan tingkat aktivitas tinggi adalah golongan yang kemungkinan nilai IMT mereka tidak mencerminkan kesehatan saat itu. Artinya, meski nilai IMT mereka di atas normal, ini bukan berarti mereka memiliki lemak berlebihan.


Perhitungan IMT sendiri dibagi menjadi empat kategori.


  1. Seseorang mengalami obesitas jika IMT-nya sama dengan atau di atas 30.
  2. Saat IMT seseorang menyentuh angka 25-29,9, maka dia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
  3. IMT normal berada di kisaran 18,5-24,9.
  4. Jika seseorang memiliki IMT di bawah angka 18,5, maka orang tersebut memiliki berat badan di bawah normal.

Sedangkan untuk populasi Asia, termasuk Indonesia, pengelompokan IMT adalah sebagai berikut:


  1. Seseorang mengalami obesitas jika IMT-nya berada di atas 25.
  2. Saat IMT seseorang menyentuh angka 23-24,9, maka dia dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.
  3. IMT normal berada di kisaran 18,5-22,9.
  4. Jika seseorang memiliki IMT di bawah angka 18,5, maka orang tersebut memiliki berat badan di bawah normal.

Sayangnya, angka-angka di atas juga kurang akurat jika diterapkan kepada penderita gangguan makan, seperti anoreksia nervosa. Angka indeks massa tubuh juga tidak mewakili bagi mereka yang mengalami obesitas tingkat ekstrem.

Jangan Terlalu Mengandalkan Indeks Massa Tubuh
IMT memang bisa dijadikan patokan agar seseorang waspada terhadap berat badan yang tidak normal, namun jika hanya bergantung kepada IMT secara berlebihan bukanlah tindakan yang tepat.

Salah satu kelemahan perhitungan indeks massa tubuh adalah tidak akuratnya saat menghitung lemak tubuh pada anak-anak dan perempuan. Jika ada dua individu memiliki indeks massa tubuh yang sama, namun berbeda jenis kelamin dan usia, maka hal tersebut perlu juga diperhitungkan.

Berdasarkan usia misalnya, orang dewasa cenderung memiliki lebih banyak lemak tubuh dibandingkan anak-anak. Demikian juga terhadap jenis kelamin, kaum hawa secara alami memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dari pria.

Dari mana asal berat badan seseorang juga bisa menjadi perhitungan indeks massa tubuh menjadi tidak akurat, misalnya saja para atlet atau binaragawan. Kedua kelompok ini kemungkinan memiliki berat badan yang lebih banyak berasal dari massa otot bukan lemak tubuh.

Demikian juga dengan aktivitas dan bentuk tubuh seseorang. Meski memiliki indeks massa tubuh yang normal, orang-orang dengan gaya hidup sedentari kemungkinan memiliki lemak tubuh lebih banyak. Untuk tipe tubuh berbentuk apel dan pir, lokasi lemak perlu lebih dipertimbangkan dibandingkan hanya berfokus pada nilai IMT.

Pemilik bentuk tubuh apel yang kandungan lemak di perutnya lebih tinggi, dinilai lebih rentan mendapat gangguan kesehatan. Lemak yang mengendap di sekitar pinggang terkait dengan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Pemilik tubuh bentuk pir yang memiliki timbunan lemak di pinggul dan paha dianggap lebih aman dari ancaman penyakit-penyakit tersebut.

Hal yang patut diperhatikan namun luput dari perhitungan ala IMT adalah etnis seseorang. Masing-masing etnis dihadapkan kepada ancaman kesehatan tersendiri. Membandingkan orang Asia dan orang kulit putih dengan IMT yang sama, orang beretnis Asia berisiko lebih tinggi menderita diabetes. Bagi orang Asia, IMT 27 atau lebih tinggi sudah termasuk obesitas. Padahal, kategori obesitas secara umum berada pada kisaran IMT lebih dari 30.

Terlepas dari segala kekurangannya, perhitungan IMT baik diketahui terutama sebagai pengingat seseorang akan pemeliharaan berat badan yang sehat. Dengan memiliki berat badan yang normal, keuntungan berikut bisa didapatkan.


  1. Berat badan yang normal memungkinkan seseorang dapat melakukan aktivitas lebih banyak.
  2. Berat badan ideal juga meminimalkan seseorang dari risiko terkena nyeri sendi dan nyeri otot.
  3. Orang yang memiliki berat badan normal memiliki pola tidur yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.
  4. Kinerja jantung akan lebih ringan bagi seseorang dengan berat badan normal.
  5. Peredaran darah dan metabolisme juga akan lebih baik jika seseorang memiliki berat badan yang ideal.
  6. Berat badan normal juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan kanker tertentu.
  7. Mengurangi berat badan secara tidak langsung juga mengurangi kolesterol, trigliserida, glukosa darah, dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

Mengingat banyaknya keuntungan memiliki berat badan ideal, pengetahuan mengenai indeks massa tubuh masih layak untuk dipertahankan terutama sebagai kontrol diri. Pastikan pola makan yang sehat dan olahraga yang teratur menjadi kebiasaan Anda sehari-hari.

Sumber :

http://www.alodokter.com/pemahaman-seputar-indeks-massa-tubuh

Tidak Ada Yang Menduga Ternyata Ini Gejala Awal HIV

Virus HIV yang menginfeksi seseorang tidak serta-merta langsung menimbulkan gejala-gejala berat. Perlu waktu yang cukup lama hingga infeksi HIV berkembang menjadi kondisi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Seseorang yang terkena HIV akan mengalami tiga tahap infeksi. Tahap paling awal infeksi HIV biasa disebut dengan infeksi akut atau serokonversi, biasanya terjadi dalam rentang waktu 2-6 minggu setelah terpapar. Dalam tahap ini, sistem kekebalan tubuh akan berjuang untuk menaklukkan virus HIV. Gejala yang muncul pun akan mirip dengan gejala-gejala yang timbul akibat serangan virus lainnya, misalnya penyakit flu. Sebanyak 50-90% orang yang terinfeksi HIV mengalami gejala-gejala tersebut. Lama munculnya gejala bisa berlangsung selama 1-2 minggu.



Gejala akut HIV ini kemudian akan menghilang, sementara virus akan benar-benar memasuki tahap infeksi kedua, yaitu tahap nongejala. Setelah tahap kedua, maka selanjutnya status HIV akan memasuki tahap ketiga alias menjadi AIDS.

Yang dimaksud dengan gejala awal HIV adalah gejala-gejala yang biasa muncul pada sekitar enam bulan awal sejak terpapar, termasuk kumpulan gejala akut yang menyerupai penyakit flu atau yang biasa disebut acute retroviral syndrome (ARS). Beberapa kondisi di bawah ini adalah gejala-gejala awal yang mungkin muncul saat seseorang terkena penyakit mengerikan ini.

Demam

Salah satu gejala acute retroviral syndrome (ARS) yang pertama kali muncul biasanya berupa demam ringan dengan suhu tubuh mencapai 38,9 derajat Celcius. Gejala awal ini sendiri biasanya datang tidak sendirian karena dapat dibarengi beberapa gejala lain yang menyertainya, seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

Kelelahan

Sistem kekebalan tubuh akan memberikan respon inflamasi terhadap infeksi HIV. Hal ini akan mengakibatkan tubuh mengalami rasa lelah dan lesu.

Nyeri pada Kelenjar Getah Bening dan Otot

Nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening juga dapat menjadi salah satu gejala awal HIV. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan kemungkinan besar akan mengalami peradangan saat terjadi infeksi. Jika peradangan terjadi di kelenjar getah bening, maka ketiak, pangkal paha, dan leher kemungkinan akan terasa nyeri. Selain itu, sama halnya dengan infeksi virus lainnya, gejala awal HIV dapat meliputi nyeri pada sendi dan otot.

Gejala-gejala Lainnya

Sakit kepala, nyeri di tenggorokan, dan munculnya ruam di kulit adalah beberapa gejala lain yang patut diwaspadai. Salah satu gejala awal yang khas pada penderita HIV adalah adanya luka terbuka atau borok di daerah mulut. Gejala ini sendiri biasanya hilang setelah beberapa minggu mendiami mulut.

Gejala-gejala di atas belum tentu menjadi kepastian bahwa seseorang terinfeksi HIV. Sebaliknya, ada sebagian orang yang meski telah mengidap penyakit ini selama bertahun-tahun namun tetap tidak merasakan gejala-gejala awal seperti di atas. Meski tidak muncul gejala, penderita tetap dapat menularkan virus HIV pada orang lain.

Yang terbaik dilakukan saat timbul rasa was-was terkena HIV adalah melakukan tes di rumah sakit. Jika hasil tes tersebut ternyata positif, pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter demi mendapatkan rekomendasi penanganan yang tepat.

Bagi siapa pun yang telah merasakan gejala awal HIV dan hasil tesnya positif, selain mencari tahu pengobatan yang tepat, ketahui pula bagaimana cara mencegah penyebaran virus ini kepada orang lain. Ketahuilah langkah-langkah penting apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi agen penyebar HIV.

Sumber :

http://www.alodokter.com/tidak-ada-yang-menduga-ternyata-ini-gejala-awal-HIV

Jumat, 01 April 2016

Mie Instan Atau Nasi, Mana Yang Lebih Cepat Membuat Gemuk?

Saat malam hari merasa lapar, mengonsumsi mie instan bisa dirasa jadi solusi menghindari nasi yang dianggap bisa menggemukkan. Padahal pemikiran itu belum tentu benar. Kita cari tahu yuk, mana jenis makanan yang lebih bersahabat untuk menjaga berat badan.

Mari kita bandingkan kalori yang terdapat pada mie instan dan nasi dengan berat yang sama. Sajian mie instan sebanyak 70 gram atau satu kemasan, terhitung mengandung 370 kalori. Sementara, nasi putih dengan berat yang sama, hanya mengandung 91 kalori.



Ternyata kandungan kalori mie instan lebih dari tiga kali lipat nasi. Hal ini membuat kemungkinan mie instan menyebabkan tubuh lebih cepat gemuk, jika dibandingkan nasi.

Lalu, bagaimana jika dibandingkan dengan roti putih yang sering menjadi alternatif? Tiap helai roti putih sebesar 25 gram mengandung 67 kalori.. Berarti 4 helai roti tawar (100 gram) total 268 kalori. Nilai kalori ini jauh di bawah satu kemasan mie instan. Meski begitu, roti tawar masih tergolong tinggi dibanding nasi putih yang hanya mengandung sekitar 130 kalori tiap 100 gram.

Yang juga perlu diperhatikan, umumnya penyajian mie instan dibarengi dengan telur dan bahan-bahan lain, seperti sosis, kornet, atau keju yang tentunya menambah kandungan kalori. Kemudian, ada lagi kebiasaan khas masyarakat di Indonesia, yang mencampurkan mie instan dengan nasi, sehingga kalorinya yang dikonsumsi menjadi berlipat.

Padahal dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali waktu makan dan camilan di antaranya, kebutuhan kalori wanita dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan pria dewasa sekitar 2.200-2.400.

Hindari Makan Berlebihan
Selain kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, mie instan yang biasa disajikan dengan kaldu instan umumnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi. Salah satu mie instan yang banyak dikenal di masyarakat Indonesia tercatat mengandung sodium 1.080 mg atau sekitar 45% dari kebutuhan keseluruhan sehari, dalam setiap kemasan seberat 91 gram.

Padahal kelebihan asupan sodium, termasuk sebagai asupan dari mie instan, memiliki risiko membahayakan tubuh. Salah satunya dapat memperberat kerja ginjal. Selain itu, sodium yang menumpuk dalam tubuh diperkirakan juga dapat memicu tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung.

Meski demikian, makan nasi putih berlebihan bukan berarti bebas risiko penyakit. Peneliti membandingkan masyarakat Asia yang mengonsumsi nasi tiap hari, dengan masyarakat negara Barat yang hanya mengonsumsi nasi kurang dari 5 kali per minggu. Hasilnya, risiko diabetes lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi lebih banyak nasi. Bagi yang berisiko tinggi,  sebaiknya memperhatikan makanan pantangan bagi diabetes, termasuk konsumsi nasi putih berlebih. Para ahli menyarankan pengganti nasi putih, yaitu produk makanan dari biji-bijian utuh.

Kini dikenal istilah panduan piring makan untuk memenuhi gizi seimbang, yang mudah dipraktikkan sehari-hari. Nasi atau karbohidrat jenis lain hanya diperbolehkan memenuhi ¼ piring makan, ¼ lagi diisi dengan protein. Sisanya, ½ piring lagi dipenuhi dengan sayuran dan buah.

Setelah membaca kandungan kalori masing-masing pilihan, kini sudah tahu kan apa yang harus dipilih saat merasa lapar?

Sumber :

http://www.alodokter.com/mie-instan-atau-nasi-mana-yang-lebih-cepat-membuat-gemuk

Mengenal Kelebihan Dan Kekurangan Kelapa Sawit

Minyak kelapa sawit seperti tidak bisa hilang dari dapur masyarakat Indonesia. Minyak ini memiliki manfaat dan mudarat yang perlu Anda ketahui.

Di Indonesia, minyak kelapa sawit biasanya digunakan untuk menggoreng makanan. Tak hanya untuk urusan masak-memasak, minyak yang diperoleh dari buah pohon kelapa sawit ini juga dimanfaatkan dalam bidang industri. Yaitu untuk pembuatan kosmetik, sabun, pasta gigi, lilin, pelumas, dan tinta. Dan ternyata, minyak yang sering kali disebut sebagai minyak sayur ini mengandung lemak jenuh dan tak jenuh, vitamin E, beta-karoten, serta diduga memiliki efek antioksidan.



Kelebihan minyak kelapa sawit
Minyak kelapa sawit tidak hanya bermanfaat untuk goreng-menggoreng. Ada pula beberapa khasiat lain dari minyak kelapa sawit, meski kebenarannya masih harus dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

Mengatasi kekurangan vitamin A
Menurut beberapa bukti, menambahkan minyak kelapa sawit ke dalam makanan anak-anak dan ibu hamil diduga dapat mengurangi risiko kekurangan vitamin A. Namun ada dosisnya, yaitu 2 sendok makan per hari untuk anak-anak kurang dari 5 tahun, 3 sendok makan per hari untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 5 tahun, dan 4 sendok makan per hari untuk wanita hamil.

Perlindungan otak
Dalam sebuah studi, peneliti menemukan bahwa tocotrienol (jenis vitamin E yang ditemukan secara alami dalam minyak kepala sawit), diduga dapat melindungi otak dari perkembangan lesi pulpa alba (lesi materi putih) dan kelainan yang terlihat atau terdeteksi pada tes pencitraan otak. Lesi pulpa alba dianggap sebagai manifestasi penyakit pembuluh darah serebral (otak), sebagai gambaran berbagai derajat penuaan saraf dan kerusakan jaringan otak. Terlihatnya lesi pulpa alba dalam suatu tes otak sering kali menjadi pertanda meningkatnya risiko stroke, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson pada seseorang.

Kekurangan minyak kelapa sawit
Walaupun katanya memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh, minyak kelapa sawit juga sering kali diduga menjadi biang kerok munculnya kolesterol dalam darah dan penyakit lain.

Penyakit jantung
Minyak kelapa sawit tinggi akan lemak jenuh. Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Terlalu banyak kolesterol jahat LDL dapat menyebabkan penumpukan lemak di arteri. Akibatnya, aliran darah ke jantung dan otak terhambat, hingga akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Menurut salah satu penelitian, peningkatan konsumsi minyak kelapa sawit di negara-negara berkembang ada hubungannya dengan tingkat kematian akibat penyakit jantung koroner. Selain itu, menurut studi lain, mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak sayur polyunsaturated nonhydrogenated diduga bisa mengurangi risiko terkena serangan jantung.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk menghindari atau membatasi pemakaian dan konsumsi sumber lemak dari minyak sawit. Dianjurkan hanya sekitar 7% lemak jenuh dari total kalori harian yang boleh masuk ke dalam tubuh, atau kurang dari 14 gram lemak jenuh tiap 2.000 kalori per hari.

Racun
Akrolein adalah produk beracun dan berbau busuk hasil pemecahan minyak. Sebuah studi mengungkapkan bahwa minyak kelapa sawit yang sudah pernah digoreng akan mengandung akrolein, walaupun jumlahnya tidak sebanyak pada minyak biji bunga matahari.

Nah, agar jantung tetap sehat, yuk mulai kurangi dan batasi pemakaian minyak kelapa sawit

Sumber :

http://www.alodokter.com/mengenal-kelebihan-dan-kekurangan-kelapa-sawit

Kamis, 31 Maret 2016

Manisnya Manfaat Strawberry Ternyata Ada Banyak

Manfaat strawberry untuk kesehatan jantung telah lama menjadi bahan penelitian. Sejumlah studi mengaitkan konsumsi buah berbentuk jantung ini dengan membaiknya kondisi kesehatan jantung. Kandungan buah beri yang diduga bermanfaat adalah antosianin. Zat ini memiliki berbagai efek terhadap tubuh, seperti melenturkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan yang bermanfaat dalam buah beri, baik antosianin atau kandungan lain. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk rajin mengonsumsi strawberry.



Ada hasil penelitian yang merekomendasikan untuk sedini mungkin melakukan pola makan yang mencakup konsumsi strawberry. Inilah beberapa alasan di baliknya yang perlu ditelaah satu-persatu.

Menyehatkan Jantung

Manfaat buah beri untuk kesehatan jantung bisa diperoleh dengan syarat mengonsumsi secara rutin. Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi paling tidak tiga cangkir strawberry atau 24 buah per minggu dapat menurunkan risiko serangan jantung pada wanita paruh baya. Manfaat ini dikaitkan dengan kandungan antosianin dalam strawberry.

Selain itu, melalui percobaan terhadap hewan diketahui bahwa kandungan quercetin di dalam strawberry dapat menurunkan risiko aterosklerosis akibat kolesterol jahat. Aterosklerosis adalah pengerasan pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung. Kondisi tersebut dapat terjadi karena penumpukan plak lemak pada pembuluh darah.

Menurunkan Tekanan Darah

Konsumsi strawberry direkomendasikan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi. Kandungan polifenol dalam strawberry dapat membantu menurunkan tekanan darah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Selain itu, kandungan potasium yang melimpah bermanfaat dalam membantu menghindari efek sodium atau garam di dalam tubuh. Konsumsi tinggi potasium dikaitkan dengan menurunnya risiko kematian. Sebaliknya, kekurangan potasium dapat mengundang risiko tekanan darah tinggi.

Anti Peradangan

Quercetin yang merupakan zat anti peradangan alami diduga bersifat antikanker. Antioksidan ini ditengarai dapat melawan radikal bebas dan mencegah tumbuhnya tumor. Selain itu, kandungan quercetin mungkin juga berguna untuk meringankan gejala alergi, seperti gatal-gatal, mata berair, dan hidung berair. Namun, masih dibutuhkan penelitian yang lebih menyeluruh untuk mengonfirmasi temuan-temuan tersebut.

Mengendalikan Gula Darah

Manfaat strawberry lainnya adalah membantu mengendalikan gula darah agar senantiasa stabil, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Strawberry bisa menjadi pilihan bagi orang dengan diabetes karena memiliki indeks glikemik yang rendah serta kaya serat. Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan efek makanan pada kadar gula darah seseorang. Angka 55 atau kurang menunjukkan indeks glikemik rendah, 56 hingga 59 menunjukkan indeks sedang, dan lebih dari 70 tergolong tinggi. Sementara itu, strawberry memiliki indeks glikemik rendah, yaitu 40.

Mulailah hari dengan sarapan strawberry yang dipadukan dengan yoghurt, sereal, oatmeal, atau dibuat menjadi smoothie.

Sumber :

http://www.alodokter.com/Manisnya-Manfaat-Strawberry-Ternyata-Ada-Banyak

Manfaat Ubi Ungu, Enak Dimakan Hingga Antikanker

Selain nikmat, beragam manfaat ubi ungu juga bisa Anda rasakan. Mulai dari menjaga berat badan hingga menurunkan tekanan darah tinggi.

Karbohidrat tidak hanya bisa didapat dari beras atau nasi, tetapi juga berasal dari ubi. Ubi mentah kaya akan karbohidrat kompleks, serat makanan dan beta-karoten (karotenoid provitamin A), serta mengandung kadar mikronutrien yang seimbang. Dengan banyaknya kandungan yang ada di dalam ubi (termasuk ubi ungu), tidak mengherankan jika umbi-umbian yang satu ini pun kaya akan manfaat yang berguna untuk tubuh.




Menurunkan tekanan darah tinggi

Menurut para peneliti, mengonsumsi ubi ungu efektif mengurangi tekanan darah serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada penderita hipertensi. Sayuran, buah-buahan, atau umbi-umbian berwarna ungu kaya akan antioksidan seperti antosianin, karotenoid, dan asam fenolik. Fungsi antioksidan tersebut ialah mengurangi peradangan kronis yang terkait dengan penyakit jantung dan stroke.

Umbi ungu juga memiliki kadar asam klorogenik yang tinggi. Dalam percobaan yang dilakukan terhadap hewan, zat ini dinilai mampu mengurangi tekanan darah tinggi. Dan tahukah Anda jika ubi ungu lebih baik dimakan beserta dengan kulitnya? Cara ini dirasa paling baik untuk mendapatkan khasiat maksimal antioksidan dari ubi ungu.

Menjaga berat badan

Ubi ungu baik dikonsumsi oleh penderita obesitas. Dalam sebuah penelitian kecil terhadap pasien obesitas disimpulkan bahwa menambahkan dua porsi ubi ungu selama satu bulan dalam asupan makanan tidak akan membuat berat bedan naik. Sekaligus, tekanan darah mereka pun berkurang.

Antikanker

Ubi berwarna seperti ubi ungu memiliki jumlah komponen antikanker yang tinggi. Sekali lagi, ini berkat antosianin yang kerap kali dikaitkan dapat mengurangi risiko kanker. Peneliti juga menemukan jika sianidin dan peonidin (turunan dari antosianin) diduga mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Dan yang tak kalah penting, ubi ungu juga memiliki tingkat senyawa kimia fenol antipenuaan yang tinggi. Namun perlu diingat bahwa sifat antikanker tersebut hanya berlaku jika ubi ungu dalam keadaaan segar. Jika sudah disimpan selama beberapa bulan, sifat antikanker ubi ungu akan berkurang.

Antiradang (antiinflamasi)

Studi terhadap pria dewasa sehat menunjukkan jika mengonsumsi ubi ungu diduga mampu mengurangi risiko peradangan atau inflamasi dan kerusakan DNA.

Berbagai manfaat ubi ungu seperti yang disebutkan di atas bisa Anda dapatkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan dibuat penganan berikut:

Keik Ubi Ungu

Bahan:

  1. 3 buah ubi ungu manis, kupas dan potong dadu
  2. 250 ml santan
  3. 120 ml blueberry segar
  4. 2 sdm air perasan lemon
  5. 2 sdm mentega tawar
  6. 1 sdm madu
  7. 1 sdt kayu manis
  8. Kacang untuk hiasan


Cara membuat:

  1. Rebus ubi ungu hingga empuk dan matang, kurang lebih 15 menit. Angkat dan tiriskan.
  2. Taruh ubi ungu di dalam mangkuk besar dan hancurkan hingga halus.
  3. Panaskan oven hingga bersuhu 204°Celcius.
  4. Campur santan, air perasan lemon, mentega, madu, dan kayu manis. Aduk hingga rata.
  5. Masukkan campuran nomor4 ke dalam adonan ubi ungu. Uleni hingga rata.
  6. Kemudian tambahkan buah blueberry segar. Hancurkan dengan tangan dan uleni hingga rata kembali.
  7. Tempatkan adonan ubi ungu dalam cetakan mangkuk kecil, taburi kacang di atasnya, dan panggang dalam oven selama 10-15 menit atau sampai kacang matang.
  8. Jika ingin membeli dan mendapatkan manfaat ubi ungu, hindari yang berkeriput atau berkecambah karena rasanya kurang manis. Selain itu, simpan ubi ungu di tempat yang sejuk dan kering.
Sumber :

http://www.alodokter.com/manfaat-ubi-ungu-enak-dimakan-hingga-antikanker

Rabu, 30 Maret 2016

Lancarkan Menstruasi Tak Teratur Dengan 3 Bahan Alami Ini

Seringkali mengalami siklus menstruasi yang tak teratur? Coba 3 pengobatan dari bahan alami ini.


Ladies, pada siklus yang normal, sewajarnya wanita mengalami menstruasi setiap 25-28 hari. Tetapi, beberapa faktor membuat siklus menstruasi seseorang menjadi tidak teratur, misalnya karena faktor stress dan perubahan hormon.

Seperti yang kami lansir dari lamanboldsky.com, siklus menstruasi yang tidak teratur dikategorikan menjadi 2 kelompok: oligomenorrhoea dan polymenorrhoea. Oligomenorrhoea adalah siklus menstruasi yang panjang, sekitar 35 hari atau lebih. Sebaliknya, polymenorrhoea adalah siklus menstruasi yang pendek, kurang dari 21 hari.

Oligomenorrhoea mengakibatkan bentangan siklus menstruasi seseorang menjadi 4 hingga 9 siklus per tahun. Kondisi ini dapat mempengaruhi ketidakseimbangan hormon tubuh wanita. Jika kamu atau kerabatmu mengalaminya, ada pengobatan alami yang dapat membantumu menstabilkan siklus menstruasi dengan cara yang aman kok.
  1. Minyak Wijen
    Kaya akan nutrisi, mineral dan vitamin, minyak wijen berfungsi untuk melancarkan menstruasi dan mengatasi nyeri. Rendam wijen semalaman. Saring airnya dan minum 2 kali sehari.
  2. Jintan Hitam
    Ambil satu sendok jintan hitam organik, campur bersama satu sendok madu. Cara lain adalah dengan mencampur biji jintan hitam bersama air dan meminum air rendamannya. Jintan hitam mengandung zat besi yang berguna untuk menggantikan zat besi yang banyak hilang saat menstruasi.
  3. Pepaya
    Yup, buah ini ternyata dapat membantu melancarkan siklus menstruasi lho. Mengandung berbagai macam nutrisi dan anti oksidan, pepaya mentah sebaiknya dimakan selama seminggu berturut-turut untuk melancarkan siklus menstruasi.
Nah, tentunya 3 bahan di atas dapat kita temukan dengan mudah di sekitar rumah. Sebelum mencobanya, pastikan kondisi tubuhmu fit dan tidak ada bahan-bahan di atas yang bertentangan jika ada penyakit lain yang diderita ya. Selamat mencoba.
(vem/wnd)



Sumber :

http://m.vemale.com/kesehatan/92635-lancarkan-menstruasi-tak-teratur-dengan-3-bahan-alami-ini.html
X-Steel - Wait